Tuesday, December 16, 2014

Big Leason I Wouldn't Forget

When you make decisions, you deal with consequences..

Setelah kurang lebih hampir dua minggu tidak menjalin hubungan khusus dengan siapapun, gue merasa telah menetapkan sebuah prinsip baru. Ketika gue sadar kalau perasaan dan hidup seseorang nggak bisa dipaksain, ketika gue memahami rasanya dilarang melakukan apapun, ketika gue merasa risih diintrogasi, dan ketika gue merasakan lelah yang menghujam karena emosi atas itu semua. Gue pada akhirnya mengerti.

Kamu memberikan segalanya padanya dengan tulus, jadi jangan mengharapkan timbal baliknya. Don't blame it on him. Don't expect anything in return.

Ekspektasi berlebihan ini kadang membuat gue kadang frustasi sendiri, ketika orang yang diharapkan bisa berlaku setimpal dengan yang kita berikan padanya, namun berlaku sebaliknya. Memang nggak ada yang bisa disalahkan disini selain diri gue sendiri yang terlalu berharap. Mungkin gue akan lebih careless atau bersikap jalani aja yang ada sekarang, ketimbang mengharapkan perlakuan seseroang yang mungkin berat bagi orang tersebut melakukannya buat gue.

Sejak awal gue udah mengerti, memberi ya memberi, gue tidak berharap mendapat balasan atas apa yang telah gue lakuin. Karena ya satu, setiap gue melakukan apapun kepada orang yang gue sayang, kebahagiaan orang itu adalah alasan gue melakukan semuanya.

Being able to live with or without someone is just a matter of perspective..

At first after broke up, apapun yang gue kerjain selalu terganggu oleh bayang-bayang orang yang masih gue sayang namun nggak bisa gue miliki, terbayang oleh kenangan indah yang justru bikin gue down dan menangis nggak henti-hentinya. Tetapi lalu gue sadar, kegelisahan ini terus-menerus menghantui gue karena pemikiran gue sendiri. Pemikiran yang masih belum bisa menerima kemauan orang lain yang meskipun bertolak belakang dengan kemauan sendiri.

As women, we need to protect ourselves from getting hurt. But sometimes hurt is inevitable that we just have to deal with it.

Sakit karena putus cinta sudah pasti. Nangis buat perempuan rasanya bukan hal yang awam lagi, tetapi gue berpikir, untuk apa terus-menerus menangisi orang yang sudah bukan siapa-siapa gue lagi, bahkan terburuknya orang itu tidak menganggap dan peduli terhadap gue yang disini memikirkannya sendirian. I don't wanna waste my whole time like this! Its stupid.

Jadi, biasanya gue mencari hiburan sama teman-teman, dengan main game, nonton tv, dengar musik, berbisnis, atau membuat cerita fiksi. Its better than overthink about that one guy who never care about my self, isn't it?  Sekarang gue memilih untuk careless, dan belajar tega juga kayaknya, tepatnya sedikit tega, takut dosa kalo terlalu tega sama orang, karenakan karma does exist jadi nggak bisa seenak hati mainin perasaan orang. Meski pernah disakiti, bukan berarti harus menyakiti balik, kan? Apalagi kalau menyakiti hati orang yang tak punya salah apa-apa.

A Real Me

Pembukaan pagi tadi nggak tau kenapa, iseng buka website arealme(dot)com pas lihat teman di path share screenshot dari web itu. Sehabis coba-coba, ternyata seru juga, almost 90% gue ngerasa hasil analisisnya tepat sasaran. Kalian musti coba juga!

Monday, December 15, 2014

How much do you still want me to love you?

Bagi kita, senja selalu sempurna, bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisah kita, kamu dan aku. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

Dahulu, waktu terasa sejuk menyelimuti kita. Segala musim kita lewati tanpa sadar semakin dini sejuk itu semakin menghilang. Amarah dan gelisah seakan menjadi topik setiap hari, tidakkah kau lelah menghadapi gulatan hati tak berujung ini?

Aku sangat mencintaimu, katamu. Mengertikah kau apa artinya kalimat itu? Apakah hatiku yang terlalu peka kalau kita semakin jauh? Aku bukan berpikir negatif kalau segala tentangmu bukanlah lagi kamu yang selalu bersamaku, kala itu. Tapi perubahanmu, menjawab semua kebimbanganku.

Aku mengikuti laju waktu, mencoba mengabaikan perasaan terburukku. Minggu-minggu ini yang aku butuhkan adalah kesabaran, sabar dalam menghadapi perubahanmu yang semakin jelas. Namun, aku sadar, cinta bukan tentang menuntut kemauan sendiri.

Ini adalah cerita kita, alur yang telah lama kita jalani. Bukankah terlalu dini untuk berhenti? Aku teringat tentang rencana masa depan yang kau ceritakan padaku, masa depan kita, kau dan aku. Mengapa kini aku merasa ceritamu itu seperti asap yang kian menghilang seiring padamnya api, mungkinkah api itu adalah cinta kita? Cintamu yang kini mulai padam padaku.

Cinta bagiku absolut. Tidak tebantahkan. Aku mencintaimu, kataku. Dan aku tahu konsekuensinya. Aku tidak mempunyai alasan konkret untuk ini. Bagiku cinta sesungguhnya tidak memiliki alasan. Yang ku tahu, cinta membuatku melihat yang tidak terlihat, dan menutupi semua keburukan yang tampak jelas.

Dan lagi, kau berkata lelah padaku. Mungkinkah aku terlalu mudah puas dengan segala usaha yang ku lakukan? Apakah memang sudah seharusnya semuanya berhenti, seperti permintaanmu.

Selanjutnya, kau memintaku pergi. Sekurang itukah aku? Sepayah itukah aku yang tidak dapat memahamimu lebih lama lagi? Cintaku masih sama, tetap berseri, namun apalah arti tanaman tanpa air? Mencinta tanpa dicintai.

Hari-hariku semakin redup setelah hari itu, hari keputusan yang terasa telak sekali untukku "aku nggak akan mau balik lagi sama kamu". Kalimatnya teramat jelas untukku. Aku menyadari kata-kata cinta tak harus bersama, aku merasa tengah memahami maknanya.

Lalu saat kau datang dan berkata "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

Monday, December 1, 2014

Tugas Ilmu Budaya Dasar 10


Nama : Nadya Theressa
Kelas : 1EA23
NPM : 17214778

Prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas, tidak terikat oleh rima, irama, dan kemerduan bunyi  seperti puisi. Kata prosa berasal dari bahasa latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide

Prosa juga dibagi dalam dua bagian :

1.   Prosa lama : prosa lama umumnya tidak diketahui nama pengarangnya. Prosa lama merupakan warisan leluhur yang diturunkan dari generasi ke generasi dan belum terpengaruhi oleh budaya barat. Prosa lama berisi petuah atau nasehat dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh:

Hikayat
Hikayat, berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Kesaktian dan kekuatan luar biasa yang dimiliki seseorang, yang diceritakan dalam hikayat kadang tidak masuk akal. Namun dalam hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah.
Sejarah
Sejarah (tambo), adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain berisikan peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja.
Kisah
Kisah, adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh: Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah.
Dongeng
Dongeng, adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Dongeng sendiri banyak ragamnya, yaitu sebagai berikut:
  • Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang). Contoh: Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dan lain-lain.
  • Mite (mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib. Contoh: Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, dan lain-lain.
  • Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah. Contoh: Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dan lain-lain.
  • Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Contoh: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dan lain-lain.
  • Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Bhagawagita, dan lain-lain.
  • Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor. Contoh: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dan lain-lain.



2.    Prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Dan  diciptakan pada masa sekarang. Umumnya prosa baru diketahui secara pasti nama penulis aslinya.



Contoh:

Roman
Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh.
Roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:
  • Roman transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.
  • Roman sosial adalah roman yang memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.
  • Roman sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.
  • Roman psikologis yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.
  • Roman detektif merupakan roman yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.



Novel
Novel berasal dari Italia. yaitu novella ‘berita’. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perubahan nasib pelaku. Contoh: Ave Maria oleh Idrus,
Cerpen
Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh Rosihan Anwar.
Riwayat
Riwayat (biografi) adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Ki Hajar Dewantara.
Kritik
Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tersebut.
Resensi
Resensi adalah pembicaraan / pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.
Esai
Esai adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll.




Penerapan Dividen dalam CFD Saham

Re-Posted from Monexnews(dot)com - Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis.

Dividen dapat dibagi menjadi empat jenis:

Dividen tunai; metode paling umum untuk pembagian keuntungan. Dibayarkan dalam bentuk tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya.
Dividen saham; cukup umum dilakukan dan dibayarkan dalam bentuk saham tambahan, biasanya dihitung berdasarkan proporsi terhadap jumlah saham yang dimiliki. Contohnya,  setiap 100 saham yang dimiliki,  dibagikan 5 saham tambahan. Metode ini mirip dengan stock split karena dilakukan dengan cara menambah jumlah saham sambil mengurangi nilai tiap saham sehingga tidak mengubah kapitalisasi pasar.
Dividen properti; dibayarkan dalam bentuk aset. Pembagian dividen dengan cara ini jarang dilakukan.
Dividen interim; dibagikan sebelum tahun buku Perseroan berakhir.

Kebijakan Dividen
Informasi yang diberikan pada saat pengumuman dividen lebih berarti daripada pengumuman earning. Bagi para investor, dividen merupakan hasil yang diperoleh dari saham yang dimiliki, selain capital gain yang didapat apabila harga jual saham lebih tinggi dibanding harga belinya.

Dividen tersebut didapat dari perusahaan sebagai distribusi yang dihasilkan dari operasi perusahaan. Hanya perusahaan dengan tingkat kemampuan laba yang tinggi dan prospek ke depan yang cerah, yang mampu untuk membagikan dividen. Banyak perusahaan yang selalu mengkomunikasikan bahwa perusahaannya memiliki prospek yang cerah namun bila menghadapi masalah keuangan sudah tentu perusahaan tersebut akan kesulitan untuk membayar dividen.

Dengan membagikan dividen, perusahaan memberikan sinyal pada pasar bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek ke depan yang cerah dan mampu untuk mempertahankan kebijakan dividen yang telah ditetapkan pada periode sebelumnya. Perusahaan dengan prospek ke depan yang cerah, akan memiliki harga saham yang semakin tinggi.

Bertransaksi CFD tidaklah lepas dari dividen. Pemegang  CFD saham dengan posisi Beli akan menerima dividen sedangkan pemegang CFD saham dengan posisi Jual akan membayar dividen. Untuk penyesuaian dividen yang berlaku, posisi diharuskan telah terbuka sebelum ex-dividend date.

Contoh : Diasumsikan Goldman-Sachs akan membayar dividen sebesar $0.35 per lembar

Posisi Buy CFD

Anggap anda memiliki posisi Buy untuk Goldman-Sachs (GS), dan anda menyimpan posisi tersebut sampai akhir sesi perdagangan di hari sebelum ex-dividend date untuk GS. Anda akan menerima dividen sebesar $0.35/ lembar saham sebagai penyesuaian dividen pada akhir sesi perdagangan di ex-dividend date. Jika anda mempunyai posisi beli 1000 lembar saham maka anda akan menerima $350.- pada hari tersebut (dalam CFD tidak dikenakan pajak atas dividen yang diterima).

Posisi Sell CFD

Anggap anda memiliki posisi Sell untuk Goldman-Sachs (GS), dan anda menyimpan posisi tersebut sampai akhir sesi perdagangan di hari sebelum ex-dividend date untuk GS. Anda akan membayar dividen sebesar $0,35/ lembar saham sebagai penyesuaian dividen pada akhir sesi perdagangan di ex-dividend date. Jika anda mempunyai posisi jual 1000 lembar saham maka anda akan membayar $350.- pada hari tersebut.

Link( http://www(dot)monexnews(dot)com/belajar-trading/1/42/penerapan-dividen-dalam-cfd-saham(dot)html )