Sunday, November 16, 2014

Hidup memang keras, kan?

         Kalo disaat masih janin kita diberi dua buah pilihan "Bahagia" atau "Sengsara", takkan ada fakir miskin yang berjajar dipinggiran kota, takkan ada anak yang tidak mempunyai pendidikan, takkan ada kericuhan meramaikan jalan, takkan ada polisi menjaga lingkungan...Tak akan ada.

             Sayangnya, Tuhan tidak ingin membuat hambanya menjadi umat yang sombong. Oleh karena itu Beliau membebaskan kalian untuk memilih alur hidup kalian sendiri. Beliau ingin kalian berusaha...Berusaha untuk "Bahagia" dengan mengikuti aturan yang Ia beri atau "Sengsara" setelah mati dengan menentang yang telah Ia tentukan.

              Didunia nggak cuma ada "anda" dan "saya" ataupun "lo" dan "gue". Ada miliyaran manusia dibumi ini, fakta yang sudah berarti sebuah realita yang harus diterima. Tapi, kenapa masih ada yang berontak dengan kehidupannya sendiri? Hello, bukankah yang membuat hidup kita bahagia itu diri kita sendiri? Jika hidup kita menderita, nggak perlu susah-susah cari "Si Pelaku"Lebih baik introspeksi diri dulu deh, percaya tulisan aku ini. Aku yakin pasti kesalahan kitapun ikut andil dalam kesengsaraan kita itu.

               Aku bagaikan skala 1:10000000000000 yang menempati planet tua ini. Sama seperti "kamu", "dia", "mereka". Tidak perlu terlalu jauh...Example, di tempat pendidikan kalian (sekolah/universitas or anythinglah) Semua yang berkumpul dalam gabungan itu adalah sekelompok manusia yang dalam proses menuju dua pilihan tadi (topik awal). Mereka yang kalah akan terhimpit oleh Mereka yang menjadi pemenang. Paham maksudnya?

               Contoh lainnya, Tawuran. Kalo Anda yang ada dikumpulan manusia-manusia murka itu "Do Nothing", ya Anda harus terima jika beberapa saat kemudian Anda terlempar ke RS atau tubuh Anda udah terbalut kain kafan.

             Intinya...Hidup itu keras, jadi kita harus kerasin balik atau kita bakal jatuh tertindih mereka yang sadar mau kerja keras. Jangan hanya mau terima yang instan-instan aja! Gak enak ya baca kalimat sebelumnya itu, ya tapi emang kenyataannya begitukan? Walau itu semua baru pemikiran aku, belum pernah survey sendiri.

Keluh Hati

Aku menangis dalam diam
Memoriam yang berputar kembali menusuk
Bak baja panas mencabik tanpa bekas
Aku memang tidak suci
Tapi Tuhan, sungguh tiada hatiku ingin melukainya
Tiada rasaku ingin menanam perih dihatinya
Setiap detik semakin berat
Sanggupkah aku hidup dengan cinta tanpa ceria
Sanggupkah aku hidup dengan ciuman tanpa pelukan
Bukan. Aku bukan merasa tak berdosa..
Aku samanya dengan manusia lain
Berusaha melakukan yang terbaik
Aku menjauhi yang meruginya
Terapi apalah arti aku berjuang jika berakhir dengan  air mata
Apalah arti aku acuh jika tetap sendiri
Sudah tak pantaskah aku menerima rasa dimana aku dapat tersenyum nyata
Dimana mata ini kembali berbinar
Dimana mata ini tak lagi harus membendung lara
Dimana dada dan leher ini tidak lagi merasa sesak
Aku samanya dengan manusia lain
Aku punya titik dimana aku akan berhenti karena lelah
Aku punya cinta yang bisa menjadi abu karena terbakar tanpa jeda


Nadya Theressa

Tugas Ilmu Budaya Dasar 7

Nama : Nadya Theressa
Kelas : 1EA23
NPM : 17214778
Jurusan : Manajemen S1
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Gambar I
Gambar II

 A. Hubungan budaya timur dengan budaya barat seperti yang terpampang pada kedua gambar diatas.

Gambar pertama seorang anak dan ibunya memakai baju muslim tertutup, dengan anaknya yang sedang mencium punggung tangan ibunya yang berperilaku sopan santun, sangat patut dijadikan contoh semua orang.

Gambar yang kedua adalah seseorang yang berpenampilan lebih terbuka dan tubuhnya dipenuhi gambar tato dan telinganya memakai anting tindik yang berlebihan.

B.   Apa budaya yang tercerminkan pada masing-masing gambar tersebut?


Pada gambar pertama, bermakna berbagai makna. Dari mulai perilaku sopan santun, perilaku menutup aurat, budaya menghormati orang tua, dan sebagainya yang bersifat positif. Dalam hal budaya, pada gambar ini mencerminkan budaya kita yang sebenarnya, dimana sikap sopan santun dan menghormati adalah sifat yang tidak awam bagi kebudayaan Indonesia yang menjunjung tinggi saling menghormati dan keramahan.

Sedangkan pada gambar kedua, terdapat foto yang menggambarkan budaya barat. Dalam gambar bermakna budaya yang kurang klop dengan kebudayaan asli kita serta norma-norma agama maupun norma berdasarkan hukum undang-undang. Sebagai contoh lainnya, budaya barat yang negatif yang telah merasuk pada kehidupan muda-mudi Indonesia yaitu narkoba, pengggunaan minuman beralkohol, bermain di club, memakai tato, mengenakan pakaian minim sedangkan dalam ketentuan agama kita yang mayoritas adalah muslim adalah perilaku yang tidak senonoh, perilaku wanita atau perempuan pulang larut malam, dan masih banyak lagi. Sudah dapat kita cerna budaya disini merupakan budaya yang lebih condong melenceng dari undang-undang dan norma yang berlaku di negara kita.

C.   Budaya manakah yang lebih baik?

Menurut saya, budaya yang lebih baik diantara kedua gambar tersebut adalah yang terdapat pada gambar pertama. Alasan saya mengatakan demikian yaitu karena budaya pertama (sebut saja budaya timur) adalah budaya yang sesuai dengan syariat agama dan norma-norma disekitar kita, sedangkan alasan saya tidak memilih budaya pada gambar kedua yaitu karena perilaku budaya tersebut melenceng dengan aturan dan norma yang terdapat di negara kita yang menjunjung tinggi norma agama dan keramahtamahan, serta kesopanan.