Kalo disaat masih janin kita diberi dua buah pilihan "Bahagia" atau "Sengsara",
takkan ada fakir miskin yang berjajar dipinggiran kota, takkan ada anak
yang tidak mempunyai pendidikan, takkan ada kericuhan meramaikan jalan,
takkan ada polisi menjaga lingkungan...Tak akan ada.
Sayangnya, Tuhan tidak ingin membuat hambanya menjadi umat yang sombong.
Oleh karena itu Beliau membebaskan kalian untuk memilih alur hidup
kalian sendiri. Beliau ingin kalian berusaha...Berusaha untuk "Bahagia" dengan mengikuti aturan yang Ia beri atau "Sengsara" setelah mati dengan menentang yang telah Ia tentukan.
Didunia nggak cuma ada "anda" dan "saya" ataupun "lo" dan "gue". Ada miliyaran manusia dibumi ini, fakta yang sudah berarti sebuah realita yang harus diterima. Tapi, kenapa masih ada yang berontak dengan kehidupannya sendiri? Hello, bukankah yang membuat hidup kita bahagia itu diri kita sendiri? Jika hidup kita menderita, nggak perlu susah-susah cari "Si Pelaku"—Lebih baik introspeksi diri dulu deh, percaya tulisan aku ini. Aku yakin pasti kesalahan kitapun ikut andil dalam kesengsaraan kita itu.
Didunia nggak cuma ada "anda" dan "saya" ataupun "lo" dan "gue". Ada miliyaran manusia dibumi ini, fakta yang sudah berarti sebuah realita yang harus diterima. Tapi, kenapa masih ada yang berontak dengan kehidupannya sendiri? Hello, bukankah yang membuat hidup kita bahagia itu diri kita sendiri? Jika hidup kita menderita, nggak perlu susah-susah cari "Si Pelaku"—Lebih baik introspeksi diri dulu deh, percaya tulisan aku ini. Aku yakin pasti kesalahan kitapun ikut andil dalam kesengsaraan kita itu.
Aku bagaikan skala 1:10000000000000 yang menempati planet
tua ini. Sama seperti "kamu", "dia", "mereka". Tidak perlu terlalu
jauh...Example, di tempat pendidikan kalian (sekolah/universitas
or anythinglah) Semua yang berkumpul dalam gabungan itu adalah
sekelompok manusia yang dalam proses menuju dua pilihan tadi (topik
awal). Mereka yang kalah akan terhimpit oleh Mereka yang menjadi
pemenang. Paham maksudnya?
Contoh lainnya, Tawuran. Kalo Anda yang ada dikumpulan manusia-manusia murka itu "Do Nothing", ya Anda harus terima jika beberapa saat kemudian Anda terlempar ke RS atau tubuh Anda udah terbalut kain kafan.
Intinya...Hidup itu keras, jadi kita harus kerasin balik atau kita bakal jatuh tertindih mereka yang sadar mau kerja keras. Jangan hanya mau terima yang instan-instan aja! Gak enak ya baca kalimat sebelumnya itu, ya tapi emang kenyataannya
begitukan? Walau itu semua baru pemikiran aku, belum pernah survey sendiri.