Saturday, November 15, 2014

Pupus

Karena cinta, aku bahagia
Melihatnya yang bukan siapa-siapa
Namun bagai mesin disetiap detakku
Bersatu padu dalam darahku

Karena cinta, aku tersenyum
Menyaksikan seburat garis yang menghiasi wajah naturalnya
Mendengar gelak tawa itu
Suara emas yang selalu familiar ditelingaku bak alunan simfoni malam yang menyejukkan
Membuat degup ini berhenti sesaat



Karena cinta, aku termenung sendiri
Merasakan  sakit setiap kali melihatmu bersamanya
Takkan pernah kamu tahu betapa dalam luka ini
Luka yang wujudnya tak ingin dilihat

Karena cinta, aku menangis
Kala perih mengalahkan pertahananku
Kekuatan yang kubuat sekokoh mungkin namun hancur juga
Tak akan aku menahan kembali rasa tak pantas ini
Cintaku ini tidak memiliki kepastian akan sebuah balasan
Takkan lagi..
Membiarkan butiran-butiran bening menghiasi lembar pipi
Perlahan tapi mungkin.. hati yang telah lelah mengejar akan kembali bersemangat
Dan menempatkan sosok baru yang benar-benar pantas dinanti


Nadya Theressa

No comments:

Post a Comment